Hansei's Ground-Secret-Journal

Is a secret Diareality

Senin, 17 Januari 2011

shi Ni de Ai / Nc/Yunjae part 3

Pakaian jaejoong telah basah.
Nafasnya tak beraturan. Kedinginan. Tubuhnya menggigil.

"ash...ha..ah...haaa~" napas jaejoong terdengar tak beraturan.
"hyung...am..pun..su...dah..."
"kenapa? Kau kedinginan? Huh? Kedinginan? Kalau begitu sini kuhangatkan!"
yunho dengan cepat membopong jaejoong kekamarnya ia tarik tubuh jaejoong mendekati jendela dan...SRAK!
Yunho membuka tirai jendela. Seketika cahaya matahari memancarkan pada tubuh jaejoong.

"AH!!"jaejoong menjerit seketika.
"kenapa jae? Kenapa? Lihat cahaya, buka matamu! Lihat!" yunho memegangi tangan dan tubuh jaejoong. Memaksa agar jaejoong tersiram cahaya matahari siang yang cukup terik itu.
"ahh...pedih hyung! Sakit!...pe..dih.." airmata menetes. jaejoong menjerit takaruan, sakit... Kulitnya serasa terbakar...

Cahaya matahari, adalah salahsatu musuh terbesar dari jaejoong. Dia penderita lupus. Tak boleh terkena cahaya matahari. Karena jika ia terkena. kulitnya akan melepuh, dan dia akan melemah.

"hyung...ah..." jeritnya lemah. Lemah sekali.

"kau masih kedinginan bukan? Bagaimama jika kita menghangatkan tubuhmu diluar? Lebih banyak sinar matahari bukan?"
ucap yunho. Jaejoong langsung terbelalak. Ia betul betul takut.
Takut.

"ja..ngan hyung..ja..ngan.." isak jaejoong pelan.
"ssst..kau tidak boleh menolak kebaikanku."

---
yunhopov

ku bopong tubuh jaejoong. Menuju halaman.
Rasa sakit ini, pasti akan luar biasa baginya.
Chaya matahari.
Aku ingat ketika dulu, kami bermain bersama diluar rumah. Jaejoong nyaris sekarat.

Kupandamg jaejoong dalam gendonganku.
Lemah, kulit wajahnya sudah memerah, tubuhnya terasa berat, karena dia makin lemah.

Dia terus menatapku sayu, airmata menetes, suaranya sudah nyaris tak terdengar.
Dipikiranku, tertoreh rasa iba. Apa dia tidak apa apa?

Kupandang lagi jaejoong, dia sudah tak sadarkan diri.
---
jaepov.

Ah, apa aku sudah sadar?
Sakit, seluruh badanku perih, perih...
Mataku masih kututup rapat. Mataku juga perih. Pusing...sakit...kepalaku sakit..sakit...

GRAK! Ah, kakiku? Kakiku kenapa? Kakiku tidak bisa digerakan. DRAK DRAK DRAK apa ini, kakiku seperti dicengkram.

Kubuka mataku perlahan. Aku penasaran dengan apa yang mencengkram kakiku.

Mataku sakit...perih...kurasa aku akan buta...
Ku buka perlahan, sangat perlahan... Lalu ku lirik... Pandanganku kabur... Tapi... Ya tuhan..kakiku di pasung!!

DRAK DRAK DRAK kucoba menggerak gerakan kakiku.. Sakit... Aku tidak punya tenaga..
Ya tuhan selamatkan hambamu...

Lemas, aku terkulai lemas. Terbaring diatas ranjang tidurku. Kakiku di pasung, aku tak kuat bergerak.

Yunho hyung aku salah apa?
Ya tuhan.. Aku mencintainya! Aku sangat mencintainya. Tapi, apa balasan yang kudapat?

BRAK! Terdengar suara pintu yang membuyarkan lamunanku.
Disana, didepan pintu, yunho hyung berdiri tegak menatapku. Tatapannya, seolah ingin membunuhku. Aku terus berdoa pada tuhan.

Aku sudah tidak berdaya. Sekujur tubuhku perih,sakit...mati...aku seperti akan mati...

"kau sudah sadar?" dia mendekatiku. Pelan dia duduk di pinggir ranjang.
"hyung...ke..kena..pa? Kena..pa kau..ja.d..di be..g..gini?"
bisikku pelan.
Airmataku kembali menetes. Sakit memang, saat orang ya kaucinta. Sesosok yang kau kenal, hangat, lembut berubah menjadi monster penyiksa.
Airmataku membuat pandanganku semakin kabur.

Yunho hanya menatapku tajam.
"ja..wa..b a..u.. A..u be..tan..ya pa..da..u" (jawab aku, aku brtanya padamu)
"..."
diam ia hanya diam. Perlahan aku berusaha bangkit aku berusaha sekuat tenaga, mendekatkan tubuhku ketubuhnya. Ku sandarkan kepalaku didadanya.

"yun..ho hung..a..u re..la kau pe..lakukan aku se..per..ti ..a..papu..un i..u.. Aku, i..las" (yunho hyung, aku rela kau perlakukn aku spt apapun itu, aku iklas) bisikku lemah.

Pusing, kepalaku sakit. Sejenak saja aku ingin bersandar di sini. Mencari cari sisa kehangatan yang dulu di miliki Jung Yunho.

---
yunpov

pertanyaan pertanyaan jaejoong tadi membuat lidahku kelu.

Setan apa yang merasukiku?
Apa yg mmbwtku menjadi begini?

Kubiarkan jaejoong bersandar didadaku..
Kutatap wajahnya..
TES!
Ah, apa itu? Ada yg menetes...
Ya tuhan! Jaejoong!!

Darah segar mengalir dari hidung jaejoong. Ku rengkuh wajah jaejoong dan kupeluk.
"jae! Kau kenapa?!"
jaejoong hanya diam, tersenyum tak berarti padaku... Tubuhnya lemah, wajahnya pucat pasi, ku hapus darah itu dengan pakaianku. Tapi, terus mengalir.

Ku baringkan tubuh jaejoong yang menggigil. Ku raih kunci dan kubuka pasungan di kakinya. Terlihat jelas garis biru kehitam hitaman melingkar dipergelangan kakinya.

Kutarik selimut ketubuh jae.
"h..hh..hyu..ng" panggilnya lemah...
Segera kupeluk tubuh jae..
Tubuhnya bergetar, dingin, pucat pasi.
Darah masih mengalir dari hidungnya...
"ya tuhan jae! Kau kenapa?"
rasa takut menjalar ditubuhku. Kupeluk erat tubuh jaejoong.
"ti..da..k apa..apa hyung... Ma..af, ma..af h..yung" ucap jaejoong terbata bata.
DEG! Jae..kumohon, jangan bicara seperti itu!

2 komentar: