Hansei's Ground-Secret-Journal

Is a secret Diareality

Senin, 24 Januari 2011

FF/YUNJAE/IF TVXQ BREAK/PART 4

"ka...kalian siapa?" tanya jae gugup. Ia takut. 3 pria kekar berbaju hitam itu langsung menghajar wajah mulus jae.
DUAAAK !
"aaah..." jaejoong berteriak.
"bos menyuruh kami datang kesini untuk memberimu pelajaran! Karena kemarin ia dipukul oleh pacarmu!"
DAAAK! Pria pria itu menendangi punggung jaejoong.
"PELACUR SEPERTIMU TIDAKLAH PANTAS HIDUP BAHAGIA!" teriak yg lain.

"ORANG HINA!CUIH"salah satu dari mereka meludahi jae.
"MENJIJIKAN!"
"aaaaahh...." jaejoong berteriak. Jambakan di rambutnya membuat kepalanya sedikit pusing.
"hei, bosku menyuruh kami untuk merusakmu. Kau mau kami perkosa bergilir? Atau kau mau kami membiarkan pisau tajam ini memberi goresan2 indah di pipimu?" pria yg mengerikan itu mengacungkan pisau ke wajah jae.
Jae hanya menangis. Ia harap yunho segera datang.
"buka bajunya!" perintah yg lain. Jae memberontak. Sudah cukup baginya ternodai. Sudah cukup kehormatannya di lecehkan. Alhasil...
Tendangan di perut jae, sukses membuatnya ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri.
---
ten minutes again.
YUNHO POV
aku menaiki tangga apartmen jae.
Wajahku terlihat sangat senang. Aku tak sabar membawa jae pulang. Dan membuat dongsaeng2nya turut senang.
Kubuka pelan pintu depan apartmen.
Betapa terkejutnya aku mendapati jae tergeletak tak berdaya di lantai. Bibirnya mengeluarkan darah. Memar di pipinya.
"jae! Jae! Bangun sayang! Apa yg terjadi?"
ku goncang pelan tubuh jae.
Menyadari tak ada respon aku segera menggotongnya ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit.
---
jaejoong perlahan membuka matanya. Aku lega dapat melihat jae sadar.
Ku genggam tangannya. Dan ku tatap matanya...
Tatapan itu memancarkan ketakutan.
Jae terlihat gelisah. Seperti yang akan mati saja. Aku mencoba menenangkannya.
Ia menangis kencang.
"aku takut...yun...takut. Takut orang2 akan menghujaniku dengan hinaan...aku takut..."
"Tidak apa apa jae. Aku disini. Aku akan melindungimu."
"aku...takut...aku..."
"sssshhh...leader dongbang shin ki. Disini."
"yun..."
CUUUP! Kecupan hangat didarat yunho.
---
"jaehyung dan yunho hyung akan sampai setengah jam lagi!" ujar junsu dengan suara dolphinnya.
"aku tahu." jawab changmin.
"min... Apa yg akan kaulakan pada jae hyung? Apa kau akan menyatakan cintamu?"
"tidak."
"kenapa?"
"aku tidak mau melukai perasaan jae. Dia pasti akan jengah denganku."
"kau baik sekali min!" puji junsu.
"tentu, tidak sepertimu. Dasar pantat bebek!"
"hooohh...kutarik ucapanku tadi!" gerutu junsu
"chunie! Aku dikatai minnie!" lapor junsu pada yoochun
"sudah! Kitaharus mempersiapkan untuk menyambut yunjae couple itu!" yoochun ketus.
---
"wo men lai le!" ucap jae dan yunho berbarengan.
"halo...." yunho teriak. Jae bersembunyi di belakang punggung yunho. Ia malu.
"WELCOME BACK JAEJOONGIE! AND YUNJAE COUPLE!" teriak junsu cs. Yg langsung berlari berhambur ke arah jae dan memeluknya.
Jaejoong menangis haru.
"gomawo...mianhae aku merusak nama TVXQ karena ulahku.."
"ssshh...sudahlah hyung! Kubur saja masa suram itu. Kini hanya kesenangan!"
"iya...gomawo!" ucap jae lembut. Kini senyum manis terpatri di wajahnya, setelah setahun lamanya, Senyum itu terkubur di dalam wajah jae.
"sudah kuputuskan! Minggu depan TVXQ AKTIF !" Seru yunho
"YIAY !" seru yoosumin.
"Hana..Deul..se ! DONGBANGSHINKI HWAITING !"
-theend-
maaf jadi happy end.
--

FF/YUNJAE/IF TVXQ BREAK/PART 3

"kenapa kau lari?" yunho mengguncangkan tubuhku.
"JAE!"Bentaknya menunggu jawabanku.
"aku malu yun! Aku...malu!"
"tapi kenapa jae! Ada apa denganmu! Kenapa jadi begini jae!" yunho memelukku erat. Melepaskan segala kerinduan dalam dirinya.
"pergi!" aku dorong tubuhnya.
"kenapa jae! Aku merindukanmu! Setengah mati aku mencarimu! AKU RINDU PADAMU!"
"PEERGGIII!" Jeritku. Sorotan kekecewaan terpancar diwajahnya. Yunho pun melangkah pergi.
---
yunho pov
aku benar2 tidak mengerti apa yg terjadi. Sunggug. Melihat jaejoong jadi begitu tak terurus. Tempat tinggalnya kumuh.
Ahh... Jae! Kau kenapa?!
DRRT...DRRT...
Handphoneku bergetar.
"halo..chun?"
"ah, hyung... Apakau sudah menemukan jae?"
"su...sudah..tapi..aku tak mengerti dengan keadaan jae..ia tampak tak terawat..entah..apa kau tahu sesuatu?"
"hyung. Apa jika aku beritahu kau ttg ini... Kau akan meninggalkan jae hyung?"
"tentu tidak! Tidak akan pernah! Apa pun yg terjadi!"
"hhh...hyung... Jaehyung, melacur..."
PRAK ! Handphoneku jatuh.
---
one weekend later.
Yunho selalu mencari jaejoong. Setiap hari ia pergi ke apartmen jae. Mengetuk dan menunggu. Berharap jae membukakan pintu. Dan menerima pelukannya.
Tapi...NIHIL . Tak ada tanda2 kehidupan jae.
Yunho putus asa. Memutuskan untuk tak mendatangi apartemen jae itu lagi. Hatinya sakit.. Mengetahui bahwa jae bangkrut dan di jebak sehingga ia menjadi begini.
Ia merasa bukan leader yg baik. Ia tak mampu melindungi jaejoong.
Dan kini... Terakhir kalinya yunho menjejakan kaki di apartmen jae yg gelap.
Tok!tok!
Yunho mengetuk dan terdengar suara dari dalam.
"aaaahhh~ kumo..hon aaahhh...ja...jangan!" suara desahan yg menjadi jeritan yg yunho tahu berasal dari jaejoong.
Dan seketika, yunho menyadari pintu tak di kunci. Dan ia mendapati. Seorang pria menyetubuhi jae secara paksa.
DUAAAAAAK!
Yunho segera menghajar pria itu. Dan pria itu pun segera melarikan diri.
Terlihat jaejoong terbaring lemah tanpa busana. Menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Isak tangisnya terdengar jelas. Membuat hati yunho seperti tergores belati. Perlahan, yunho menghampiri jae. Merebahkan tubuhnya di samping jae. Dan memeluk hangat jae.
"jae...kau aman sekarang.." yunho mengecup puncak kepala jaejoong.
"pergilah..."jaejoong memunggungi yunho.
"aku sakit...yun...aku malu...aku hina..pergilah! Jauhi aku!"
jaejoong terisak.
"tidak mau! Aku setahun mencarimu....kemana mana! Aku hampir gila karenamu! Dan sekarang dengan mudah kau mengusirku! Tega sekali!" yunho turut terisak.
"aku tak pantas...dicari olehmu!"
"jae...aku merindukanmu. Aku ingin kau pulang denganku. Aku sangat merindukanmu..."
"yun...aku...sudah tidak suci!"
"kau memang sudah tidak suci semenjak aku menidurimu." Blush... Wajah jaejoong memerah.
"PERGI!" jaejoong mengusir.
"tidak!"
Cuuuppp yunho mengecup bibir jae lembut.
"kenapa? Kenapa kau tidak jijik denganku? Aku pelacur yun!"
"masabodoh! Aku tahu alasanmu melakukan itu!"

"semua ini karena lee soo man menjebakmu kan jae?" tanyanya.
Jaejoong masih tetap memunggunginya.
Jaejoong mengangguk lemah.
"pulanglah jae, Pulanglah denganku. Changmin, yoochun dan junsu merindukanmu. Apalagi aku."
"kau tahu? satu tahun tanpamu. Aku tersiksa. Aku tak kuat. Kemanapun aku berlari ke tempatlain. Aku tidak menemukanmu. Aku hampir putus asa. Tapi, aku yakin. Kau pasti ada di dekatku. Dan sekarang kau ku temukan." lanjut yunho.
"pergi yun... Pria kotor dan hina sepertiku tidak pantas untukmu." kata jae lirih.
"kotor? Hina? TIDAK ! Jae, kau ingat masa masa kita dulu? Senang duka kita jalani bersama. Kenangan2 indah bersama yoosumin. Kau tidak ingat mereka? Mereka sangat merindukanmu."
"aku malu...aku bahkan tidak punya harga diri. Aku...mau bicara apa aku pada yoosumin nanti?" jaejoong terisak.
"lupakan. Lupakan semua yg terjadi selama setahun ini. Biarlah kita kubur dalam2. Ingatlah kenangan2 indah TVXQ dulu. Dongsaengmu berharap kau pulang."
"tapi... Aku hanya akan menghancurkan reputasi kalian.kau akan hancur.."
"masa bodoh. Kau adalah alasanku untuk tetap berjuang di atas panggung. Aku lakukan, agar kau bisa melihat dan menemuiku. Hanya karena kau, jae!"
"jangan berkata itu!"
"aku sangat mencintaimu. Tanpamu aku sepi,jae! Aku butuh kau. Aku tak peduli. Berapa banyak pria brengsek yg telah menodaimu. Yg jelas aku mencintaimu. Dan hanya itu yg aku pertahankan selamanya...i gotta found you."
jaejoong berbalik menatap yunho. Airmata haru menetes membasahi pipinya. Jaejoong yg dulu sangat luar biasa cantik. Kini tampak tak terawat. Wajah putih bercahayanya. Kini, pucat. Terlihat gurat2 kepedihan dan sedih di wajahnya. Apalagi matanya, yg memancarkan penderitaan.
Yunho mendekap erat jae. Ia harus menerima kenyataan. Malaikatnya itu amat menderita. Di kecupnya pelan bibir jae. Dan membiarkannya tertidur dalam pelukannya.
---
sinar matahari menerobos jendela. Membangunkan dua insan yg terlelap.
09.00am.
"jae, aku pergi dulu ya. Aku janji nanti siang aku akan kemari. Menjemputmu dan kita pulang. Jadi berkemaslah. Dan jangan kemana mana." ucap yunho lembut mencium bibir jae yang masih terbaring manja diatas kasur. Berselimut menutupi tubuhnya.
"segeralah mandi, dan pakai pakaianmu." yunho mengingatkan. Karena sejak semalam hingga detik ini, jae memang belum menggunakan bajunya.
---
jaejoong terduduk di kursi di depan tv mungilnya. Ia akan meninggalkan masa2 ini. Yunho menyelamatkan dari kegelapan yg dilalui jae. Setelah berkemas. Jae menunggu yunho yg janji menjemput jae setengah jam lagi.
DRRRT...DRRRT...
Sebuah pesan masuk.
'hyung, cepat pulang. Aku merindukanmu. Tak peduli apa yg telah terjadi padamu. Aku menyayangimu. Oia, aku dapat nomermu ini dari yunho hyung. Cepat pulang! Hwaiting!, changmin'
from:0800609xxx
jaejoong tersenyum membacanya.
Ia ternyata msih diingat dan bahkan dihormati ole dongsaengnya. Yg ia pikir mereka akan jijik dan menghina jae. Tapi itu salah.
Dan Tok tok! Pintu diketuk.
Jaejoong segera berlari. Membuka pintu yg ia yakin itu pasti yunho.
Namun....
Tiga orang pria berbadan kekar masu ke apartmen jae....
-tbc-

Jumat, 21 Januari 2011

Wish You All the best !!!


well.... first, what i wanna say here is...
i just wanna celebrate my lovely friend anniversary YAAY!!!!

hahahahha...
he is... REI DINADHARTA PUTRA HARLEY

OTANJOUBI OMEDETOU GOZAIMASU!!!!

hahaha
i hope you will be better person.
will be, succed person

more better than now..


i LOVE YOU friend..


heheheheh

im sorry for late to congrate thia...

because that jerk assignment was killed me..



huhuhuhuhu T.T
but now...

im really want to show to you that you will be more happier..

Senin, 17 Januari 2011

My nices




hehehhe...after this jerk exam i was passed all... ahahahahha
*evil smirk* ich komme... hahahha su bollsilo..
i ma get my dress and camera's and take a nice shhot picture
of hell..yeah, i dunno..maybe this pic was unuseless...

hahahahhaa


just wanna do something unique,,,
come on we talk with Bahasa Indonesia..

hehehehe

saya rasa, sudah cukup lama blog ini tidak dibuka... rindu..

shi Ni de Ai / Nc/Yunjae part 3

Pakaian jaejoong telah basah.
Nafasnya tak beraturan. Kedinginan. Tubuhnya menggigil.

"ash...ha..ah...haaa~" napas jaejoong terdengar tak beraturan.
"hyung...am..pun..su...dah..."
"kenapa? Kau kedinginan? Huh? Kedinginan? Kalau begitu sini kuhangatkan!"
yunho dengan cepat membopong jaejoong kekamarnya ia tarik tubuh jaejoong mendekati jendela dan...SRAK!
Yunho membuka tirai jendela. Seketika cahaya matahari memancarkan pada tubuh jaejoong.

"AH!!"jaejoong menjerit seketika.
"kenapa jae? Kenapa? Lihat cahaya, buka matamu! Lihat!" yunho memegangi tangan dan tubuh jaejoong. Memaksa agar jaejoong tersiram cahaya matahari siang yang cukup terik itu.
"ahh...pedih hyung! Sakit!...pe..dih.." airmata menetes. jaejoong menjerit takaruan, sakit... Kulitnya serasa terbakar...

Cahaya matahari, adalah salahsatu musuh terbesar dari jaejoong. Dia penderita lupus. Tak boleh terkena cahaya matahari. Karena jika ia terkena. kulitnya akan melepuh, dan dia akan melemah.

"hyung...ah..." jeritnya lemah. Lemah sekali.

"kau masih kedinginan bukan? Bagaimama jika kita menghangatkan tubuhmu diluar? Lebih banyak sinar matahari bukan?"
ucap yunho. Jaejoong langsung terbelalak. Ia betul betul takut.
Takut.

"ja..ngan hyung..ja..ngan.." isak jaejoong pelan.
"ssst..kau tidak boleh menolak kebaikanku."

---
yunhopov

ku bopong tubuh jaejoong. Menuju halaman.
Rasa sakit ini, pasti akan luar biasa baginya.
Chaya matahari.
Aku ingat ketika dulu, kami bermain bersama diluar rumah. Jaejoong nyaris sekarat.

Kupandamg jaejoong dalam gendonganku.
Lemah, kulit wajahnya sudah memerah, tubuhnya terasa berat, karena dia makin lemah.

Dia terus menatapku sayu, airmata menetes, suaranya sudah nyaris tak terdengar.
Dipikiranku, tertoreh rasa iba. Apa dia tidak apa apa?

Kupandang lagi jaejoong, dia sudah tak sadarkan diri.
---
jaepov.

Ah, apa aku sudah sadar?
Sakit, seluruh badanku perih, perih...
Mataku masih kututup rapat. Mataku juga perih. Pusing...sakit...kepalaku sakit..sakit...

GRAK! Ah, kakiku? Kakiku kenapa? Kakiku tidak bisa digerakan. DRAK DRAK DRAK apa ini, kakiku seperti dicengkram.

Kubuka mataku perlahan. Aku penasaran dengan apa yang mencengkram kakiku.

Mataku sakit...perih...kurasa aku akan buta...
Ku buka perlahan, sangat perlahan... Lalu ku lirik... Pandanganku kabur... Tapi... Ya tuhan..kakiku di pasung!!

DRAK DRAK DRAK kucoba menggerak gerakan kakiku.. Sakit... Aku tidak punya tenaga..
Ya tuhan selamatkan hambamu...

Lemas, aku terkulai lemas. Terbaring diatas ranjang tidurku. Kakiku di pasung, aku tak kuat bergerak.

Yunho hyung aku salah apa?
Ya tuhan.. Aku mencintainya! Aku sangat mencintainya. Tapi, apa balasan yang kudapat?

BRAK! Terdengar suara pintu yang membuyarkan lamunanku.
Disana, didepan pintu, yunho hyung berdiri tegak menatapku. Tatapannya, seolah ingin membunuhku. Aku terus berdoa pada tuhan.

Aku sudah tidak berdaya. Sekujur tubuhku perih,sakit...mati...aku seperti akan mati...

"kau sudah sadar?" dia mendekatiku. Pelan dia duduk di pinggir ranjang.
"hyung...ke..kena..pa? Kena..pa kau..ja.d..di be..g..gini?"
bisikku pelan.
Airmataku kembali menetes. Sakit memang, saat orang ya kaucinta. Sesosok yang kau kenal, hangat, lembut berubah menjadi monster penyiksa.
Airmataku membuat pandanganku semakin kabur.

Yunho hanya menatapku tajam.
"ja..wa..b a..u.. A..u be..tan..ya pa..da..u" (jawab aku, aku brtanya padamu)
"..."
diam ia hanya diam. Perlahan aku berusaha bangkit aku berusaha sekuat tenaga, mendekatkan tubuhku ketubuhnya. Ku sandarkan kepalaku didadanya.

"yun..ho hung..a..u re..la kau pe..lakukan aku se..per..ti ..a..papu..un i..u.. Aku, i..las" (yunho hyung, aku rela kau perlakukn aku spt apapun itu, aku iklas) bisikku lemah.

Pusing, kepalaku sakit. Sejenak saja aku ingin bersandar di sini. Mencari cari sisa kehangatan yang dulu di miliki Jung Yunho.

---
yunpov

pertanyaan pertanyaan jaejoong tadi membuat lidahku kelu.

Setan apa yang merasukiku?
Apa yg mmbwtku menjadi begini?

Kubiarkan jaejoong bersandar didadaku..
Kutatap wajahnya..
TES!
Ah, apa itu? Ada yg menetes...
Ya tuhan! Jaejoong!!

Darah segar mengalir dari hidung jaejoong. Ku rengkuh wajah jaejoong dan kupeluk.
"jae! Kau kenapa?!"
jaejoong hanya diam, tersenyum tak berarti padaku... Tubuhnya lemah, wajahnya pucat pasi, ku hapus darah itu dengan pakaianku. Tapi, terus mengalir.

Ku baringkan tubuh jaejoong yang menggigil. Ku raih kunci dan kubuka pasungan di kakinya. Terlihat jelas garis biru kehitam hitaman melingkar dipergelangan kakinya.

Kutarik selimut ketubuh jae.
"h..hh..hyu..ng" panggilnya lemah...
Segera kupeluk tubuh jae..
Tubuhnya bergetar, dingin, pucat pasi.
Darah masih mengalir dari hidungnya...
"ya tuhan jae! Kau kenapa?"
rasa takut menjalar ditubuhku. Kupeluk erat tubuh jaejoong.
"ti..da..k apa..apa hyung... Ma..af, ma..af h..yung" ucap jaejoong terbata bata.
DEG! Jae..kumohon, jangan bicara seperti itu!

shi Ni de Ai / Nc/Yunjae part 2

Yunhopov (ini masih flashback, saya bkin alurnya mundur.)

aku membuka mataku perlahan, mengantuk. Aku masih mengantuk. Tapi sang surya tega membangunkanku.



Aku berjalan keluar kamar. Dan berpikir untuk ambil cuti satu minggu ini.

Lagipula, assistenku mampu menggantikanku.



Lapar. Perut ku lapar.

Satu perintah dari otakku untuk makan.

Aku berjalan menuju ruang makan...



Ku ambil sepotong roti didalam toples. Lalu kumakan. Tiba2. Aku teringat... Jaejoong.

Masihkah dia hidup? Apa dia lapar? Sedikit kekhawatiran terlintas dipikiranku.



Dengan cepat, aku melangkah menuju kamar mandi.

Ya, dia masih disitu dari tadi malam. Mungkin, dia akan mati kedinginan.



Kubuka pelan pintu kamar mandi...dan.. Kutemukan tubuh jaejoong yang telanjang, tergeletak di lantai kamar mandi. Tak sadarkan diri.



Sedikit getaran terasa dihatiku. Apa dia mati?

Ku raih selang disampingku dan ku semprotkan air ketubuhnya.



"engh...enn..."

dia bangun. Perlahan ia membuka matanya. Dan menatap kearahku.

Ia tampak terkejut.

Segera ia bangkit dan menutupi tubuhnya dgn handuk yg ada di dekatnya.



BYUUR ku siramkan seember air padanya

"aah...ah...hyung..di..ngin..dingin" isaknya kembali menangis.

"bangun tukang tidur! Dasar iblis!"

BYUUR!

Tubuhnya basah kuyup.



Kulit tubuhnya, terlihat...ahh... Merangsangku...

Entah setan apa yg ada di pikiranku.

Tapi, aku ingin menyetubuhinya LAGI.



Kudekatkan tubuhku padanya. Ku tarik paksa handuk yang melekat pada tubuhnya.



APOV

"jangan!" teriak jaejoong lemah.

Namun apa daya, ia hanya pria kecil dihadapan yunho.



Yunho melepas pakaiannya.

Setelah itu, ia menangkap tubuh jaejoong ke dalam pelukannya.



Jaejoong meronta disana. Mencoba melepaskan diri.

"diam kau! Layani aku!" ucap yunho.



"kumo..hon hyung...sa..kit..jang..an!"

"..."

"hyung!" sekuat tenaga jaejoong mencoba merengkuh tubuh yunho. Memeluknya erat.



"kumohon hyung, aku rela kau perlakukan aku seperti apa. Tapi mohon jangan seperti ini. Kau tau , aku men..cintaimu... Tolong hyung jangan lukai perasaanku.."



jaejjong mencoba sekuat tenaga menyatakan perasaannya selama ini.

sakit memang, rang yang kita cintai merusak kita.



yunho yang bimbang. segera mendorong tubuh jaejoong kelantai kamar mandi.

'cinta katamu? oh, jadi itu sebabnya kau membunuh Ya Lun? huh?! akan kutunjukan, cintaku padamu!!!" BRUAK yunho melempar kan gayung ketubuh jaejoong. memar seketika terlihat di tubuhnya.



"bersihkan tubuhmu sekarang!" perintahnya sambil melemparkan pakaian kemuka jaejoong.



___





jaejoong, yang usai merapihkan diri. mengendap endap perlahan menuju ruang maka. ia lapar... benar benar lapar..

perlahan lahan ia buka tudung saji. terlihat ada makanan lezat diatasnya. membuat nafsu makannya melaesak.



tapi...

"kau lapar? jaejoong?" suara itu terdengar. suara yunho!!



"hy...yung?"



"kenapa jae? kau lapar? kau mau makan?" tanya yunho sinis.

jaejoong hanya mengangguk pelan.



yunho berlari ke dapur. enta apa yang dia siapkan tapi..



PRAK!!



ia datang dan melemparkan makanan sisa ke lantai, tepat di muka jaejoong.

"kau hanya boleh makan makanan yang kuberi padamu!! selebihnya kau tidak boleh menyentuh apa apa!!"



"hyung...ta tapi.." jaejoong dengan segera mengeluarkan bulir bulir air mata.

dipandanganya makanan yang ada dilantai itu. sekuat tenaga ia menahan rasa sakit.



"makan!! jilati makanan itu sekarang!!"



jaejoong berlutut, pelan pelan ia ambil makanan itu denagn mulutnya. air matanya tak henti hentinya menetes.



beberapa menit, makanan itu habis. sekarang, jaejoong haus.



ia ingin minum. tapibagaimana?



"kauhaus? " ujar yunho yang memerhatikan jaejoong.



jaejoong tak menjawab tapi hanya menatap yunho penuh harap.



"kalau kau haus, ikut aku!" ucap yunho. dengan kasar ia menarik rambut jaejoong. menyeretnya ke kamar mnadi.



"minum ini!! minum!!" yunho menyeret jaejooong ke bak adi dan menenggelamkan kepala jaejoong ke dalam sana.

"kau haus kan? minu ini!!"



"uhuk...uhuk...hyungg sudah..."



"lagi? kau mau lagi?"



"hyung... ja.."

BLUUP BLUUP BLUUP

"ah...haaa haaaa..." jaejoong sesak. terlalu sesak.

shi Ni de Ai / Nc/Yunjae

Shi ni de ai (cintamu)

pair: yunjae

genre: angst, depression.



Kembali bekerja nulis lagi.



Jika saja, aku menyerahkan dan mengiklaskan milikku mungkin, aku tak akan sejahat ini.

---

(yunho pov)

disini, aku terduduk seorang diri.

Diam menanti sosok yg ku tunggu terbangun dari tidurnya.

Ku kecup pelan keningnya semata melepas rasa kerinduanku.



Kim jaejoong, adik tiriku.

Hampir tewas karena mahluk bangsat sepertiku.

---

flashback



aku jung yunho, pria yg sempurna. kehidupanku baik baik saja, sampai akhirnya...



Kekasihku Yan Ya Lun (aaron yan)

tewas akibat ulah adik tiriku jaejoong.

Bagaimana bisa? Hahaha...ia mendorong kekasihku hingga terjatuh dari atap. Tidak sengaja?



Bedebah! Semua orang pun tau itu BUKAN KETIDAK SENGAJAAN.

---

4 months ago



sepulang dari upacara pemakaman Ya Lun aku segera meluncurkan altisku ini ke bar terdekat.

Hatiku sakit!! Hancur! Hampa! Tak ada lagi kehidupan. Bahkan air mata yg menetes.

Terlalu sakit! Ya Lun tewas! Pria yg ku lindungi mati matian tewas karena jaejoong! Adik tiriku!

Aku tak pernah akan meluncurkan penerimaan darinya!

Dia tak pantas ku anggap adik.



Beberapa gelas bir sudah ku teguk.

Namun tetap tak mengganti apa2. Jika mengingat jaejoong. Ingin rasanya aku bakar dia hidup2.



Pria tak tau diuntung! Setan! Bangsat! Iblis!

---

aku tak berniat pulang. Untuk apa aku pulang? Si pembunuh itu... Aku tak sudi melihatnya! Tapi, terpaksa aku pulang. Aku tak mau esok aku membolos kerja.

Dengan malas, aku mengetuk pintu rumah.

Ku lihat wajah si bangsat ini didepanku. Ketakutan.

"yun..ho hyung..sudah pulang?" sahutnya gemetaran.



PLAK!! Sebuah tamparan keras kulayangkan ke pipinya!



Ku ludahi si pembunuh ini.

PEMBUNUH!



"hyung, ke..napa? Kenapa..?"

isaknya.



"kenapa kau bilang? Berengsek kau kim jaejoong! Pembunuh!"

duak! Satu pukulanku mengenai ulu hatinya.



"uhuk, ah...sa..kit hyung.." tangisnya.

Menangis? Hah, itu tak cukup! Dia harus menderita!



Ku jambak rambutnya dengan kasar. Ku seret paksa dia ke atas lantai.



"lepaskan pakaianmu!"

perintahku.

"ti...tidak hyung...jangan.."



jae pov

"ti...tidak hyung...jangan.." aku terkejut mendengar perintah yunho hyung. Apa yg mau dia perbuat padaku tuhan?



Tidak cukupkah, aku menanggung rasa bersalah? Mengapa, aku harus disiksa begini?



BUAK! tinjuan lengan keras yunho hyung tertanam di perutku.



"aaah...hyu..ng sa..kit sakit..!" aku berteriak kencang.



Aku tak tau dia mau apa. Yg jelas dia mencoba melepas pakaianku. Aku lemah tak berdaya.

Yatuhan tolong aku!



Aku diam tak berdaya. Hanya bisa pasrah.

Pada kenyataanya. Kakaku membenciku dan ingin aku menderita. Aku pasrah...



Yunho hyung mulai menelanjangi tubuhku. Dan menjamah tubuhku. Dengan cepat ia merasukiku dan merampas kesucianku. "hyung! Ja..ngan..ber..henti..aku mo..ho...n"

"diam kau berengsek!"



Tangisan dan jeritanku tak dihiraukan.

Bahkan ia tak segan menamparku jika aku berteriak.

"fuck you bitch! You are bastard! Killer' and i will make you suffering!"



ia terus menusukan juniornya. Sakit..sakit..

Hyung kenapa kau tega! Tega menghancurkanku? Aku tidak salah! Ini kecelakaan. Jeritku didalam hati.

"aaah~...." terdengar lenguhan panjang dari mulutnya. Ia orgasme.



Spermanya ia tumpahkan didalam lubang senggamaku.

Puas menyetubuhiku ia pun menarik tubuhku paksa dan mendorongku kedalam kamar mandi.

---

"aah...hyung..sa..kit.kumohon...ja..ngan...!"

yunho tak peduli. Ia menarik jaejoong dan menguncinya kedalam kamar mandi.

Terdengar jeritan jaejoong dari dalam sana.

"buka...bu..ka... Tolong...hyung...buka.."

Jeritannya terdengar sekali. Namun, yunho tak peduli. Baginya, teriakan jaejoong adalah kebahagian baginya.

Dia harus menderita!

Itulah kata yg terlintas di benaknya.



Dengan cepat, yunho berlari ke kamarnya. Segera membersihkan diri. Dan naik ke ranjangnya. Ia ingin tidur.



Lelah. Badannya terlalu lelah.

Meski jeritan jaejoong masih terdengar. Tapi ia mencoba untuk terlelap.



"selamat malam jaejoong, kuharap kau mati membusuk didalam sana."

Im Back

yaappp... sorry for lately
i was...s soooooooo busy with my business of course...
my lovely raeder im soooooooo sooo misss you...