Hansei's Ground-Secret-Journal

Is a secret Diareality

Senin, 24 Januari 2011

FF/YUNJAE/IF TVXQ BREAK/PART 3

"kenapa kau lari?" yunho mengguncangkan tubuhku.
"JAE!"Bentaknya menunggu jawabanku.
"aku malu yun! Aku...malu!"
"tapi kenapa jae! Ada apa denganmu! Kenapa jadi begini jae!" yunho memelukku erat. Melepaskan segala kerinduan dalam dirinya.
"pergi!" aku dorong tubuhnya.
"kenapa jae! Aku merindukanmu! Setengah mati aku mencarimu! AKU RINDU PADAMU!"
"PEERGGIII!" Jeritku. Sorotan kekecewaan terpancar diwajahnya. Yunho pun melangkah pergi.
---
yunho pov
aku benar2 tidak mengerti apa yg terjadi. Sunggug. Melihat jaejoong jadi begitu tak terurus. Tempat tinggalnya kumuh.
Ahh... Jae! Kau kenapa?!
DRRT...DRRT...
Handphoneku bergetar.
"halo..chun?"
"ah, hyung... Apakau sudah menemukan jae?"
"su...sudah..tapi..aku tak mengerti dengan keadaan jae..ia tampak tak terawat..entah..apa kau tahu sesuatu?"
"hyung. Apa jika aku beritahu kau ttg ini... Kau akan meninggalkan jae hyung?"
"tentu tidak! Tidak akan pernah! Apa pun yg terjadi!"
"hhh...hyung... Jaehyung, melacur..."
PRAK ! Handphoneku jatuh.
---
one weekend later.
Yunho selalu mencari jaejoong. Setiap hari ia pergi ke apartmen jae. Mengetuk dan menunggu. Berharap jae membukakan pintu. Dan menerima pelukannya.
Tapi...NIHIL . Tak ada tanda2 kehidupan jae.
Yunho putus asa. Memutuskan untuk tak mendatangi apartemen jae itu lagi. Hatinya sakit.. Mengetahui bahwa jae bangkrut dan di jebak sehingga ia menjadi begini.
Ia merasa bukan leader yg baik. Ia tak mampu melindungi jaejoong.
Dan kini... Terakhir kalinya yunho menjejakan kaki di apartmen jae yg gelap.
Tok!tok!
Yunho mengetuk dan terdengar suara dari dalam.
"aaaahhh~ kumo..hon aaahhh...ja...jangan!" suara desahan yg menjadi jeritan yg yunho tahu berasal dari jaejoong.
Dan seketika, yunho menyadari pintu tak di kunci. Dan ia mendapati. Seorang pria menyetubuhi jae secara paksa.
DUAAAAAAK!
Yunho segera menghajar pria itu. Dan pria itu pun segera melarikan diri.
Terlihat jaejoong terbaring lemah tanpa busana. Menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Isak tangisnya terdengar jelas. Membuat hati yunho seperti tergores belati. Perlahan, yunho menghampiri jae. Merebahkan tubuhnya di samping jae. Dan memeluk hangat jae.
"jae...kau aman sekarang.." yunho mengecup puncak kepala jaejoong.
"pergilah..."jaejoong memunggungi yunho.
"aku sakit...yun...aku malu...aku hina..pergilah! Jauhi aku!"
jaejoong terisak.
"tidak mau! Aku setahun mencarimu....kemana mana! Aku hampir gila karenamu! Dan sekarang dengan mudah kau mengusirku! Tega sekali!" yunho turut terisak.
"aku tak pantas...dicari olehmu!"
"jae...aku merindukanmu. Aku ingin kau pulang denganku. Aku sangat merindukanmu..."
"yun...aku...sudah tidak suci!"
"kau memang sudah tidak suci semenjak aku menidurimu." Blush... Wajah jaejoong memerah.
"PERGI!" jaejoong mengusir.
"tidak!"
Cuuuppp yunho mengecup bibir jae lembut.
"kenapa? Kenapa kau tidak jijik denganku? Aku pelacur yun!"
"masabodoh! Aku tahu alasanmu melakukan itu!"

"semua ini karena lee soo man menjebakmu kan jae?" tanyanya.
Jaejoong masih tetap memunggunginya.
Jaejoong mengangguk lemah.
"pulanglah jae, Pulanglah denganku. Changmin, yoochun dan junsu merindukanmu. Apalagi aku."
"kau tahu? satu tahun tanpamu. Aku tersiksa. Aku tak kuat. Kemanapun aku berlari ke tempatlain. Aku tidak menemukanmu. Aku hampir putus asa. Tapi, aku yakin. Kau pasti ada di dekatku. Dan sekarang kau ku temukan." lanjut yunho.
"pergi yun... Pria kotor dan hina sepertiku tidak pantas untukmu." kata jae lirih.
"kotor? Hina? TIDAK ! Jae, kau ingat masa masa kita dulu? Senang duka kita jalani bersama. Kenangan2 indah bersama yoosumin. Kau tidak ingat mereka? Mereka sangat merindukanmu."
"aku malu...aku bahkan tidak punya harga diri. Aku...mau bicara apa aku pada yoosumin nanti?" jaejoong terisak.
"lupakan. Lupakan semua yg terjadi selama setahun ini. Biarlah kita kubur dalam2. Ingatlah kenangan2 indah TVXQ dulu. Dongsaengmu berharap kau pulang."
"tapi... Aku hanya akan menghancurkan reputasi kalian.kau akan hancur.."
"masa bodoh. Kau adalah alasanku untuk tetap berjuang di atas panggung. Aku lakukan, agar kau bisa melihat dan menemuiku. Hanya karena kau, jae!"
"jangan berkata itu!"
"aku sangat mencintaimu. Tanpamu aku sepi,jae! Aku butuh kau. Aku tak peduli. Berapa banyak pria brengsek yg telah menodaimu. Yg jelas aku mencintaimu. Dan hanya itu yg aku pertahankan selamanya...i gotta found you."
jaejoong berbalik menatap yunho. Airmata haru menetes membasahi pipinya. Jaejoong yg dulu sangat luar biasa cantik. Kini tampak tak terawat. Wajah putih bercahayanya. Kini, pucat. Terlihat gurat2 kepedihan dan sedih di wajahnya. Apalagi matanya, yg memancarkan penderitaan.
Yunho mendekap erat jae. Ia harus menerima kenyataan. Malaikatnya itu amat menderita. Di kecupnya pelan bibir jae. Dan membiarkannya tertidur dalam pelukannya.
---
sinar matahari menerobos jendela. Membangunkan dua insan yg terlelap.
09.00am.
"jae, aku pergi dulu ya. Aku janji nanti siang aku akan kemari. Menjemputmu dan kita pulang. Jadi berkemaslah. Dan jangan kemana mana." ucap yunho lembut mencium bibir jae yang masih terbaring manja diatas kasur. Berselimut menutupi tubuhnya.
"segeralah mandi, dan pakai pakaianmu." yunho mengingatkan. Karena sejak semalam hingga detik ini, jae memang belum menggunakan bajunya.
---
jaejoong terduduk di kursi di depan tv mungilnya. Ia akan meninggalkan masa2 ini. Yunho menyelamatkan dari kegelapan yg dilalui jae. Setelah berkemas. Jae menunggu yunho yg janji menjemput jae setengah jam lagi.
DRRRT...DRRRT...
Sebuah pesan masuk.
'hyung, cepat pulang. Aku merindukanmu. Tak peduli apa yg telah terjadi padamu. Aku menyayangimu. Oia, aku dapat nomermu ini dari yunho hyung. Cepat pulang! Hwaiting!, changmin'
from:0800609xxx
jaejoong tersenyum membacanya.
Ia ternyata msih diingat dan bahkan dihormati ole dongsaengnya. Yg ia pikir mereka akan jijik dan menghina jae. Tapi itu salah.
Dan Tok tok! Pintu diketuk.
Jaejoong segera berlari. Membuka pintu yg ia yakin itu pasti yunho.
Namun....
Tiga orang pria berbadan kekar masu ke apartmen jae....
-tbc-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar