Hansei's Ground-Secret-Journal

Is a secret Diareality

Selasa, 25 Mei 2010

FF/YUNJAE/IF TVXQ BREAK/PART 2

Changmin pov.
Aku segera membanting tubuhku ke ranjang. Ku pandangi foto2 panas yang benar2 jae hyung ada disana. Aku benar2 tidak mengerti. Apa yg dilakukan jae hyung sekarang? Rasa sedih,kesal,kecewa,marah berkecamuk dalam dadaku. "hhh...jae hyung apa yg terjadi padamu?!" teriakku memenuhi penjuru apartmenku.
DING DONG bel berbunyi.
"kyaaa~ minnie!" teriak junsu hyung begitu ku bukakan pintu.
"aduh dolphin, berat!" ucapku waktu jusu memelukku.
"minniee~ aku disuru chunnie kemari. Untuk membicarakan masalah..."
"jae hyung?" sambungku.
"benar." junsu mengangguk. Segera ku suruh junsu masuk. Dan kuambilkan. Minuman kaleng untuknya.
"min, maaf ya. Apa kau masih menyukai jae hyung?" tanyanya lugu. Tapi bagiku bagaikan pertanyaan polisi yg mengintrogasiku.
"hmm..."
"hei! Jawab dong.." junsu memanyunkan bibirnya.
"tentu"
"yunho hyung tau? Apa hub mu dgnnya buruk?"
"tidak, yunhohyung tidak tahu. Hubganku dgnnya baik2 saja." jelasku.
"jaehyung, kenapa menjadi begini?" junsu terlihat sedih.
---
jaejoong berjalan menyusuri trotoar menuju apartmennya yg sederhana. Langkah kakinya pelan. Hawa dingin udara malam terasa menusuk tulang.
Airmata jatuh deras. Tubuhnya bergetar kencang. Lengannya yg rapuh mendekap erat sebuah pamflet yang ia dapatkan di dinding jalanan. Pamflet yang jelas terdapat gambar orang yang ia rindukan selama ini.
-FLASHBACK-
"ini bayaranmu, pulanglah." seru sang atasan pada jae. Jaejoong melangkahkan kaki dari kamar hotel. Setelah ia melayani nafsu sex gila atasannya itu. Perlahan ia berjalan. Rasa sakit di pantatnya menyiksanya. Begitu keluar dari hotel. Ia melihat mobil mercy hitam berhenti di depan pintu hotel. Jaejoong hanya menunduk dan mempercepat langkahnya.
Dan segera menghilang. Di batinnya, ia berpikir. Jika saja ia memiliki mobil sebagus tadi.
Seorang pria gagah turun dari mobil mercy hitam tadi.
"silahkan masuk, tuan jung yunho." ucap managernya. Dan mereka pun masuk kedalam hotel.
"aroma ini... Seperti...jaejoong. Entah kenapa, aku merasakan jaejoong ada disini" batin yunho
Dan segera menghilangkan pikiran yg mengusik ketenangannya.
Jaejoong terhenti ketika ia disodorkan sebuah pamflet. Dan...
'UKNOW YUNHO LIVE IN CONCERT. @taipei,taiwan...'
jantung jaejoong terhenti seketika.
END OFFLASHBACK
rasa rindu,iri,sedih,sesal. Menghiasi pikirannya.
Airmata pun menetes. Ia rindu... Ia ingin merengkuh dan bertemu yunho. Tapi... Ia tak berani! Ia malu! Malu karena jaejoong yg dulu telah berubah. Jaejoong yg hanya pelacur. Jaejoong yg hina dan segalanya yg benar2 membuat.a malu. Melihat yunho begitu sukses. Sementara ia...MELACUR! Hanya itu yg dapat ia kerjakan. Tangisan membuatnya kalut.
--
Jae pov
"yatuhan! Kenapa...aku begini..?" teriakku. Aku pun tersungkur ke tanah.
Seketika. Aku mengingat masa2 kejayaanku. Masa2 bersama TVXQ.
Aku yg begitu di hormati dan cintai. Menjadi begini hina...
Airmata tak kunjung henti. Tubuhku semakin lemah dan lemas..
---
Yunho Pov
akh... Jalan kaki malam2 begini enak mungkin ya? Siapa tau aku bsa cari info ttg jae. Hhh... Jae..kau dimana? Aku rindu setengah mati padamu! Begitu aku menyusuri jalan. Aku melihat. Seorang pria dengan mantel putihnya terduduk di trotoar. Sambil menangis dan baru saja berteriak mempertanyakan nasibnya pada tuhan. Ku perhatikan ia sdang memeluk pamfletku. Kuhampiri dia dan...
"hei, kau kenapa? Jangan menangis disini. Dimana rumahmu biar kuantar."
---
"hei, kau kenapa? Jangan menangis disini. Dimana rumhmu biar kuantar."
DEG! Suara itu...
Jaejoong terkesiap ketika pria itu mencengkram dagu jae dan mendongakan wajahnya Seketika. Mereka berdua mematung.
---
JAE POV
"jaejoong..." kaget yunho menatapku tajam.
Aku bingung bukan main. Yunho! Ada dihadapanku sekarang! Aku tidak tahu lagi! Yang jelas. Aku segera bangkit. LARI ! Itu yg ada dibenakku.

Aku segera memutar badanku dan berlari ke arah apartmentku yg memang sudah dekat. Tapi... Yunho mengejarku. Aku mempercepat lariku. Walau rasa sakit menjalari tubuhku. Aku tak peduli! Aku tak ingin yunho mendapati keadanku seperti ini. Aku berlari seperti dikejar setan.namun, yunho tetap mengejar sampai aku menyusuri tangga apartmen. Dan membuka pintu. Ketika aku hendak menguncinya. TERLAMBAT. Yunho sudah berhasil masuk kedalam apartmenku. Dan segera ia tarik tubuhku ke pelukannya.

FF/YUNJAE/IF TVXQ BREAK/NC?

Yunho pov
"yak, geser sedikit. Tahan.sip" JEPRET
"Jung yunho, sekali lagi."JEPRET
fotograferku itu menyudahi kesibukannya. Memotretku untuk peluncuran album baruku nanti.
Setahun sudah aku melepas diriku dari grup band yang membesarkan namaku. TVXQ.
Setahun sudah aku menikmati solo karirku. Yang terkadang aku masih bertanya. Bagaimana keadaan rekan2ku setelah TVXQ BUBAR setahun lalu?. Aku memang sering mndptkan info. Yoochun sibuk dengan aktivitasnya menjadi komposer. Junsu dengan menyanyinya. Aku dengan danceku. Dan changmin dengan serial2nya yg sering kulihat di tv. Tapi, satu. Pasangan coupleku. Jaejoong. Aku tak pernah dengar kabar tentangnya. Terakhir, sekitar lima bulan lalu. Ku dengar ia pindah ke taiwan. Entah kenapa. Tapi, dia lah satu2nya rekan TVXQku yg jauh dariku. Sementara, dengan ke 3 member yang lain aku masi bertemu. Walau jarang. Yg penting komunikasi dengan mereka baik. Tapi jaejoong... Hilang entah kemana...
"aishh...kenapa aku memikirkan ini lagi?" gerutuku. Aku menyetir mobilku perlahan menuju apartmen.
---
jae pov
jam 11.30. taipei, taiwan.
"hari ini ada pengambilan gambar. Jadi kau haris tampak segar dan seksi." bisik fotograferku itu.
Aku mengangguk pelan.
Setahun sudah aku menjalani kehidupan dengan kesulian. Kau tahu? Setelah bisnisku hancur. Dan TVXQ bubar. Aku tak mampu membiayai hidupku di korea. Jadi ku putuskan untuk ikut dengan temanku ke taiwan.
Apa mereka (anggotaTVXQ) tahu? Bagaimana kehidupanku saat ini?
Tidak ! Jangan sampai mereka tahu. Jika mereka tahu, mungkin mereka akan jijik padaku. Jijik pada hyungnya yg mengasingkan diri bahkan merusak harga dirinya. Seorang hero jaejoong artis terkenal korea, Berakhir dengan potret2nya yg beredar di situs2 dewasa.
---
yunho pov
"besok aku ke taiwan. Ada show konser disana!" ujarku pada changmin. Aku lebih sering bertemu dengan dongsaengku ini. Karena kebetulan ia masih satu management.

"taiwan?"
"ya!" aku mengangguk.
"kalau begitu, ini kesempatan untuk mencari jae hyung!" seru changmin.
"jaejoong? Memang dia benar2 di taiwan?" aku sedikit ragu. Lagipula, untuk apa jaejoong ke taiwan?.
"kabar yang kudengar. Ia menjadi model disana. Aku sempat melacak jaringan emailnya. Dan gotcha! Kutemukan, Ia ada di taiwan." ujar changmin yang bangga akan kepintarannya.
"tapi, taiwan itu luas. Aku mau cari bagaimana? Lagipula aku cuma 3 minggu disana. Mau cari dimana?"
"aish, hyung! Kau kan bsa tanya2 sama orang sana! Mereka pasti tau tentang jaehyung kan? Masa, seorang jaejoong hyung terasingkan. Wajah secantik jae hyung...mana mungkin tidak terkenal."
"hehe...kau pintar. Ya sudah min. Aku berangkat sekarang. Doakan aku ya!" ucapku berpamitan. Changmin segera mencium tangan kananku. Dan aku berjalan menuju pesawat. Sementara changmin segera meninggalkan bandara.
---
"semoga kau beruntung hyung! Segera temukan dan bawa jaehyung pulang!" batin changmin.
Changmin merogoh saku celana.a ketika ia lihat. Email masuk.

'Kutemukan beberapa foto dari situs2 porno di taiwan.
Disitu terdapat foto jae hyung tanpa busana. Akh, tidak. Lebih parah. Foto panas!'
sender: yoochun_bangetz@ymail.com *alaybangetemailnya*.
Dan changmin bisa melihat foto2 yg dimaksud si pengirim setelah ia menekan tombol down untuk melihat terusannya. Dan changmin tercengang.
---
"lepas bajumu jae. Duduk dan buka kakimu keatas. Sandarkan kepalamu pada pria di sebelahmu." fotografer mengarahkan jaejoong. Dan JEPRET! Foto pertama berhasil ia ambil.
"berjongkok didepan selangkangannya, jae!" JEPRET!
"cumbu lehernya!" perintah fotografer itu pada jae lagi. JEPRET!
"emh, yak! Xiao lan. Tindih tubuh jae."
JEPRET!
JEPRET! JEPRET!
Suara kamera beserta sinar chaya flash menerpa mata indah jaejoong. Setelah limabelas photo berhasil didapatkan. Pemotretan pun usai. Dan tinggal menerima bayaran. Atas pekerjaan jae menjual tubuhnya di depan kamera.

-Tbc-

Sabtu, 17 April 2010

My Poor JaeJoong part 2

“Aku tau aku memang jahat padanya! Tapi tuhan, sungguh aku tidak pernah berniat melakukan ini padanya! Aku kelepasan! Tuhan tolong pertemukan aku dengannya!” yunho menatap langit sambil bergumam.
Esoknya entah karena dorongan apa, jaejoong kembali dating ke kampus. Mungkin karena ia tak mau terus lari dari yunho lagipula ini sudah minggu kedua ia membolos. Baru saja mencapai pintu kelas. Ia bertemu kembali dengan yunho. Namun, ia tak sudi menatapnya. Ia terlalu jijik dengan orang yang telah merenggut kevirginannya.
“hei…” yunho mencoba untuk menyapanya dengan lembut. Namun jaejoong tidak menggubris dan langsung duduk ke bangkunya. Yunho mengikutinya.
“jae… aku….” Belum selesai yunho bicara, jaejoong langsung pergi. Tapi, tangan putih yang rapuh itu di genggam kuat oleh yunho.
“janagn sentuh aku!” jaejoong berteriak dan menghempaskan lengannya.
“jae… aku mau bicara!” yunho sedikit kesal, namun ia menahan emosinya.
“Aku tidak sudi bicara denganmu!” jaejoong pergi dan berlalu.
“Baiklah kau yang duluan mulai perang!” yunho bergumam.
Jaejoong melangkah santai masuk kedalam kampusnya namun, ia begiti risih dengan tatapan orang2 yang menatapnya dengan pandangan hina, jijik, dan…. Mereka pun menggunjingkan sesuatu.
Begitu ia masuk ke kelas. Ia melihat tulisan dengan huruf besar ‘KIM JAEJOONG ANAK HARAM! IBUNYA SEORAN PELACUR!” melihat tulisan itu jaejoong sontak tercengan, amarah, dan sedih meliputidirinya.
“siapa? Yang melakukan ini?” jaejoong setengah berteriak.
“Aku.. yang melakukannya hei kau anak haram!’ yunho bicara dengan lantang.
PLAAAKK! Emosi jaejoong yang kalap disalurkan dengan tamparan kencang dipi yunho.
“Kau berani beraninya….!!”
BUGHH!!
Yunho membalas dengan tinjuan ke perut jaejoong. Seraya jaejoong runtuh.
Yunho langsung menyuruh temannya mengambil tong sampah di sudut kelas dan menumpahkan isinya pada jaejoong. Disertai teriakan dari teman sekelasnya…
Jaejoong menangis. Tak ada yang menolongnya. Mereka semua menggerecoki jaejoong bahwa dia anak haram. Tangisannya mebuat tubuh lemahnya bergetar. Ia sangat sakit akan hal ini. ‘Mengapa kau belum puas menyakitiku Jung Yunho? Haruskah aku menghilang agar kau berhenti membenciku?’ Teriak jaejoong dalam hati.
Tak kuat dengan ini. Jaejoong berlari pergi meninggalkan kelas.
2 minggu kemudian…
“hei… si anak haram itu katanya mengundurkan diri lho dari sini!” tutur yoochun pada yunho.
“Kim jaejoong?” yunho memastikan.
“iya, katanya dia hamil… tapi masa sih kok bisa ya??”
DEG ! Jaejoong HAMIL?? Mana mungkin ?! Apa jangan jangan dia….
“hei kok melamun?” yoochun menepis kepala yunho.
“tidak, aku pulang yah? Dadah.”
***
Yunho menjalankan mobilnya secepat mungkin. Sehera ia parker mobilnya tepat di lapangan rumah jaejoong. Kebetulan yang menguntugkan, jaejoong baru saja akan masuk kerumahnya ketika yunho langsung menarik tangannya…
“Lepas…kau? Mau apa lagi?!” jaejoong terkejut, dia ketakutan hingga air matanya jatuh lagi.
“Aku ingin bicara jae… kumohon!” dengan lembut yunho berkata.
“urusan kita sudah selesai yunho! Ku mohon… jangan ganggu aku lagi! Aku sudah sangat menderita!” jaejoong mencoba masuk kekamrnya. Dan…
“Urusanku dan anakku belum selesai!” perkataan yunho membuat jaejoong terkejut. Anak? Dari mana dia tau tentang bayi yang dikandungnya?
“a..pa maksudmu? Jaejoong masuk ke kamarnya. Namun, yunho berhasil masuk pula. Jaejoong yang mencoba kabur terhempas ke ranjang ia terduduk disana. Dihadapannya yunho berdiri tegak.
“katakanlah padaku! Dia anakku kan?”
“Bukan”
“Bohong!”
“Tidak!”
“Kim Jae Joong!”
“dia bukan anakmu! Dia bukan anak siapa siapa! Berengsek!” jaejoong menangis sejadi jadinya.
“Jae… jangan katai aku seperti itu. Anakmu tidak mau jika ia punya ayah yang brengsek kan?”
“sudah ku bilang dia BUKAN ANAKMU! BAJINGAN!”.
Yunho terhenyak mendengar umpatan dari jaejoong. Amarah membara seketika.
“aku mencoba untuk meminta maaf dan membuatmu senang. Tapi apa yg kudapat? Tak tahu diuntung! Seharusnya kau itu mati saja dengan keluargamu! Harusnya kau tak perlu dilahirkan saja! Kau itu tidak diterima dimana mana! Mati saja kau!” yunho berteriak menyumpahi jaejoong. Jaejoong yang mendengar itu langsung menangis sekencangnya. Namun, ketika ia melihat gunting yang tergeletak di atas meja. Ia meraihnya.
“yah, kau inginkan ini? Aku akan melakukannya sepenuh hati. Jika kau senag aku mati. Aku tidak atahu apa salahku padamu. Tapi… aku akan membuatmu senang dengan kematianku. Kau benar harusnya aku mati saja. Maka aku akun mati sekarang.” Jaejoong tersenyum lembut pada yunho. Yunho yang memperhatikan kelakuan jaejoong langsung terkejut ketika jaejoong mengarahkan gunting keperutnya.
Dan….
“Jangan!!!” yunho mencoba mencegahnya dan gunting itu pun terjatuh. Jaejoong meronta. Ia mencoba meraih gunting itu kembali. Namun yunho memeluknya erat.
“AHHHHHHHH!!!!” jaejoong berteriak frustasi.
“Kenapa yunho? Kenapa? Kenapa kau tidak biarkan aku mati saja?!”
“bodoh.. aku tidak mau kau mati…”
“aku sudah lelah yun… aku lelah untuk terus begini… biarkan aku menyusul ibuku!” jaejoong berteriak kencang puncak frustasi telah sampai padanya.
Yunho mempererat pelukannya berusaha menenangkan jaejoong. Tubuh jaejoong yang gemetaran itu membuat hatinya merasa sakit. Sakit karena ia membuat malaikat ini menangis seperti ini.

“mianhae jae, mianhae. Jongmal mianhae!” yunho berbisik di telinga jaejoong. Beberapa menit kemudian jaejoong pun berhenti menangis dan tidur di pelukan yunho.
***
“kau sudah bangun boo?” yunho membelai rambut jaejoong ketika melihat jaejoong telah bangun.
“Kau haus? Mau minum?”
Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan lemah. Tatapan matanya yang kosong seolah berusah menyampaikan keadaannya saat ini.
Menyadari jaejoong seang sangat frustasi, ketakutan, sedih. Ia merasa menyesal. Hanya karena ia iri pada jaejoong yang selalu bisa diperhatikan appanya. ia menyakitinya selama bertahun tahun bahkan memperkosanya. Yunho menyesal karena selama ini ia hanya membuat penderitaan yang mendalam pada jaejoong.
“Boo, aku… ini… lihatlah ini.” Yunho mengeluarkan kotak dengan beludru biru ditangannya. Jaejoong memperhatikannya dan ketika yunho membukanya. Ia bisa melihat sepasang cincin ada didalamnya.
“yun itu….” Jaejoong mebuka bibir kecilnya itu.
“Untuk mengikat dirimu dan aku, boo….”
-FIN-

My Poor JaeJoong

My Poor JaeJoong.
Author : cassiehansei a.k.a hansei
Pairing : YunJae
Genre : angst
Ratting : NC 17 (just for raped)
Warning : Deppresion, bullying, yaoi and raped.
Summary : ketika Yunho menyadari betapa sayangnya ia pada jaejoong.
Ia terlambat. Karena ia telah membuatnya sakit.

AUTHOR POV
“Hei kau! Mana tugasku? Sudah kau selesaikan?’ yunho mendorong jaejoong ketembok begitu jaejoong melewatinya.
“Sudah yunho. Ini.” Jaejoong merogoh tasnya dan menyerahkan buku bersampul putih pada yunho. Kepalanya tertunduk.
PLAKKK! Tamparan keras menghantam pipi jaejoong.
“BODOH! Aku bilang fisika! Kenapa kau kerjakan matematika!”
“Mian…aku lupa!” jaejoong terisak
“Baik kau ku maafkan kali ini. Tapi bayarannya. Besok kau temani aku ke pulau jeju! Paham?”
“Iya yunho…”
Ya, Kim Jaejoong. Begitulah nama seorang pria cantik yang sangat lembut, lemah dan rapuh. Namun juga baikhati, pemaaf bagai malaikat.
Kim jaejoong hidup seorang diri. Ibunya telah membuangnya karena ia adalah hasil hubungan gelap dari ayah seorang Jung YunHo. Itulah mengapa sebabnya Jung Yunho sangat membenci Kim Jaejoong. Kini, ibunya jaejoong telah meninggal dunia. Meski jaejoong hidup seorang diri, ia dibiayai oleh ayah angkatnya yaitu Jung In sung ayah dari YunHo.
***
Pagi itu suara klakson mobil terdengar di luar pintu rumah jaejoong, rumah kecilnya itu seolah ikut terkejut akan suara klakson yang mengejutkan.
“yah tunggu sebentar yun…” jaejoong segera keluar dari rumahnya. Dibukanya pintu mobil dan masuklah dia kedalam.
“lama sekali kau!” bentak yunho
“mianhae’ sekejap yunho mengemudikan mobilny dengan cepat.
****
Deru suara ombak terdengar di tepi pantai. Suasana yang begitu sepi dan tenang ditemani pemandangan indah membuat hati jaejoong terasa sedikit hangat dan nyaman. Ditambah dengan matahari yang sudah ada di atas kepala membuat Susana semakin hangat.
Jaejoong mendekati air. Ia dapat merasakan setengah dari betisnya terhempas ombak.Yunho berdiri disampingnya memperhatikan tingkah manisnya. ‘manis juga dia.’ Batin YunHo.
Sejenak ide jahatnya muncul di otaknya.
BYUUURRRRR!!!!
YunHo mendorong JaeJoong ke laut. Meski tidak begitu dalam. Untuk orang yang tidak bisa berenang itu cukup mematikan. Air laut yang hanya sebatas dada yunho, untuk jaejoong mungkin sudah menutupi seluruh tubuhnya. Ia lebih pendek dari YunHo.
yunHo segera membalikan badannya membiarkan jaejoong yang berteriak teriak dan melambai lambai tanda meminta tolong. Namun, ia menoleh pada jaejoong lagi. Dilihatnya jaejoong tidak muncul kepermukaan. Rasa panic menyelubungi dirinya. Dengan cepat Yunho berenang menghampiri jaejoong dan membawanya ke tepi.
“Uhuuukkkk….hhuuuukk’ Jaejoong tersedak air dan pasir.
“Bodoh kalao tidak bisa berenang harusnya kau bilang!” yunho menggerutu.
“UhuukkkHukk” Jaejoong terbaring lemas di pasir
“Ayo bangun! Kita ke hotel! Kita istirahat saja!” bentak Yunho. Namun, melihat jaejoong yang begitu lemah. Ia iba juga. Maka, ia menggendongya ke mobil.
Di perjalanan, jaejoong tertidur. Sementara, Yunho memperhatikannya. ‘aish… aku ini kenapa? Jadi begini! Kenapa aku malah berdebar debar?’

***
BRAAAKK! Pintu mobil yang sengaja YunHo banting membuat jaejoong terkejut hingga terbngun. Dengan langkah gontainya ia keluar dari mobil dan berjalan menuju kamar yang akn mereka berdua tempati.
Setelah Yunho selesai membersihkan diri *mandi kitulah* yunho keluar dengan hanya mengenakan celana pendek *Bukan kolor ato boxer ya! Celana pendek*
“Mandi sana!” yunho membentak. Seperti biasa, jaejoong tidak menolak. Dengan segera ia masuk ke kamar mandi.
15menit kemudian. Jaejoong keluar dengan mantel tidur berwarna putih selutut. Rambutnya yang basah membuat penampilannya terlihat menggoda kejantanan yunho. Ia menggigit bibirnya sendiri yang tanpa sadar tergoda oleh Jaejoong malam itu.
Yunho yang terbawa suasana. Langsung mendekati jaejoong. Jaejoong menatap YunHo dengan ekspresi ketakutan. Ia pun melangkah mundur. Dan… praakkk! Yunho menghempaskan tubuh jaejoong ke ranjang dan menindihnya.
“YunHo ! apa yang kaulakukan? Lepaskan!” jaejoong berusaha memberontak. Namun apa daya. Ia hanya mahluk kecil jika melawan Jung YunHo.
Plakkk ! tamparan peringatan dilayangkan untuk membuatnya diam. Jaejoong mulai menangis. Yunho kemudian melucuti tali mantel jaejoong. Jaejoong memncoba memberontak.
‘Kumohon… yunho… jangan!!!!Yun…” jaejoong terisak. Yunhi segera melumat bibir mungil jaejoong. Menghisap dan mersakannya.
“Yun…jang….AHHHHHHHH!” jaejoong menjerit ketika junior Yunho memasuki jaejoong.
“ahhhh….jaee…ngggghhh….ahhh…sempit..” desah yunho. Air mata mengalir dari mata jaejoong. Merasakan sakit.
‘Kenapa yun? Kau melakukan hal ini? Kau membuatku jijik padamu! kenapa? Aku akan lakukan apapun. Tapi tidak seperti ini!’ jaejoong berteriak dalam hatinya.
“ahhh…ahhhhh…ssshhhh…” Yunho mempercepat gerakannya. Ia menciumi setiap lekuk jaejoong dan membilurinya dengan garis merah keunguan.
Air mata tak henti hentinya keluar. Bahkan, lebih deras ketika ia merasakan darah keluar dari anusnya. Darah keperawanannya. Keperawanannya yang diambil oleh orang yang diam diam ia cintai walau orang itu mengasarinya dan menganiayanya.
“AAAHHHHHH” yunho mengeluarkan desahan keras dan panjang ketika ia mecapai klimaksnya. Cairan spermanya menyembur di dalam jaejoong. Nafasnya tersengal.
yunho menyeringai ke arah jaejoong yang masih menangis. Dalam hatinya jaejoong, ia berterak. Menapa harus jadi begini? Apa aku harus selalu menderita seperti ini ?
Yunho menarik seimutnya dan menutupi tubuh jaejoong dan tubuhnya. Ia tertidur.
Sementara yunho telah terlelap. Jaejoong dengan sekuat tenaga berusaha bangkit. Lengannya meraih pakaiannya yang tergeletak di atas ranjang. Lalu ia berusaha memakainya dan segera meninggalkan kamar hotel

***
“huaammmhhh” yunho meguap. Mata sipitnya perlahan terbuka. Pagi itu ia meras seluruh badannya pegal. Ketika ia menoleh tepat ke samping ranjangnya. Ia tak menemukan jaejoong disana.
“eh? Semalam aku sedang apa ya? Kok rasanya…” yunho berusaha mengingat kejadian tadi malam. Dan….
“ya tuhan ! apa yang teah aku lakukan ?!! jaejoong !!! jae!!” yunho bangkit dari tempat tidurnya dengan memlilitkan selimut di pinggangnya. Dan mencari jaejoong di setiap penjuru ruang. Di kamar mandi tak ia temukan pula. Ia mencoba menelepon jaejoong dan tak ada jawaban. Frustasi, yunho membanting ponsel yang daritadi ia genggam.
“Kau…. Diamana??” suaranya terdengar lirih.
*****
Perlahan jaejoong membuka pintu rumahnya. Rumahnya yang sempit namun cukup untuk hidupnya yang hanya sediri. Entah kenapa ibunya tega membuangnya. Dan yang lebih parah. Ibunya meninggal setelah setahun membuangnya.
“hhhhh…..tuhann… kenapa kau tidak adil??” bisik jaejoong terisak. Matanya megeluarkan butiran air yang disebut ar mata.
Semenjak saat itu jaejoong tidak pernah masuk kampus. Sudah 1 minggu ini dia membolos. Yunho yang merasa bersalah mencoba menemui jaejoong. Mencari dan hanya mencari jaejoong selama ini. Namun, ia tetap hilang.

DO YOU STILL LOVE PART 4

Yunho segera merai handphonenya.
Serta merta ia telepon rumah sakit. Meminta untuk segera mengirimkan dokter.

Jaejoong masih tetap meringis. Namun, pelukan yunho membuat jae tenang.
Yunho menarik napas dan membelai wajah jaejoong yg pucat

"apa kau masih tetap akan mencintaiku?" yunho bertanya penuh harap. Dijawab dengan anggukan kecil jae.
"walau aku telah membuatmu begini?"
"ya. Ini tak apa apa yun... Aku mengerti kau kesal..." jaejoong lemah.
Yunho menitikan air mata haru .

TOK TOK ! Pintu apartemen diketuk.
Yunho berlari membukakan pintu. Duga yunho itu pasti dokter yg d tunggu.

Yunho terperangah ketika melihat sosok itu. Demikian sebaliknya.
Mereka berdua terkejut. Sosok yg dilihat yunho adalah pria yg semalam bersama jae. Vanness .
Dan yg tidak diduga, vannesslah dokter yang dikirim itu.

"ah, betul disini kediaman jung.. Jung Yunho ?" vanness sedikit gugup.

"ya"
"jadi, siapa yang sakit?"
yunho pun segera mengajak vanness masuk menemui jae. Ketika jae melihat dokter itu. Ia pun terkejut.
"wu jian?"
"ya? Masih ingat?"
"jadi, kau ini dokter?"
"kelhatannya?"
"ehem" yunho mendeham. Bermaksut mengahiri percakapan mereka yg mmbwt ia cemburu.
"baiklah, kuperiksa tubuhmu ya?" vanness mulai menggunakan stetoscope. Ketika ia membuka kaus jae. Ia terkejut melihat luka dipunggung jae. Pria sexy itu mengernyit.
"ini... Kenapa?" vanness berkata. Hanya keheningan yg menjawabnya.
Merasa diabaikan, vanness segera menulis resep dan memberikannya pada yunho.
"ini... Tebus di apotek, makan teratur." ujarnya sambil bersiap pamit.
"ok. Aku pergi dulu, jae semoga cepat sembuh"

vanness pamit. Kepergiannya di antar oleh yunho.

"jae... Aku pergi dulu ke apotek. Kau istirahat ya?" yunho mengecup kening jae. Jae pun mengangguk

Yunho pov

aku sangat terharu. jae joong masih tetap mencimtaiku walau aku kasar padanya. aku harap ia akan tetap mencintaiku
-TAMAT-

DO YOU STILL LOVE ME? *part 3*

*part 3*
author : masih tetap hansei .
Yunho mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Matanya menyusuri sepanjang jalan.
Mencoba mencari sosok jaejoong d tengah malam.
Jaejoong pov
aku segera memakai pakaianku.
Aku kaget dengan kejadian barusan. Namun, aku coba untuk melupakannya.
Setelah berpakaian. Aku menghampiri vanness yg termenung.
Mungkin dia menyesal. Sangat menyesal.
Aku berpamitan.
End of jae pov
"maaf jae, dui bu qi! Aku..."
"sudahlah, wu jian , kita lupakan."
"ok. Kau yakin mau pulang?"
"ya"
jaejoong pun pulang diantar wu jian.
Ketika di jalan, wu jian berpapasan dengan yunho.
Yunho mengklakson mobil.a.
Ia langsung keluar dari mobil begitu melihat sosok yg ia cari.

Begitu ia melihat pria lain di samping jaejoong, yunho langsung menyeret jaejoong ke mobil.
Tak lupa ia meninju vanness.
Yunho kemudian meluncurkan mobilnya kerumah dgn cepat .
Sesampai dirumah, yunho kembali menyeret jaejoong kedalam.
Ia tak peduli jaejoong mengerang kesakitan.
Yunho pun melempar jaejoong keranjang dan menindihnya.

"oh, kau tidak melayaniku karena pria itu?!" yunho membentak.
"bukan yun... Aku baru saja mengenalnya. Dia bukan siapa siapa." suara jaejoong parau .
"kalau bukan, ini apa!?" yunho menunjuk bekas kissmark di leher jaejoong.
Jaejoong terdiam.
"kau bilang, aku selingkuh. Sekarang siapa yg selingkuh?" yunho kembali mengamuk.
Namun, yunho kemudian menggerayangi tubuh jaejoong.
Tangannya membelai titik sensitiv jaejoong.
Membuat jaejoong mendesah.
Merasa gairahnya bangkit.
Yunho membuka retsleting jaejoong yang sedikit robek akibat vanness tadi.
Yunho memijat milik jaejoong itu.
Membuat jaejoong hampir gila karena sentuhan yunho.
Yunho pun menciumi jaejoong kembali.

"yun... Jangan..." bisik jaejoong
"kenapa? Kita kan sudah sering melakukan ini?"
"aku..."
"apa? Kau tidak suka?"
"aaahhh...." jaejoong mengerang ketika bagian sensitivnya itu di jilati yunho.
Jaejoong menahan yunho dan mendorong yunho.
Yunho kembali marah.
"kau tidak suka? Atau kau tidak mau aku yg melakukannya?"
"yun... Aku..."
PLAK ! Yunho kembali menampar jaejoong untuk yg kedua kalinya dalam sehari.
"JAEJOONG ! Sialan ! Kau tidur dengan pria lain sementara, suamimu tidak kau layani?"
"aku... Hanya masih sakit hati... Atas apa yang kau perbuat dengan sang bum" jaejoong terisak. Ia membenarkan pakaiannya dan mencoba untuk berdiri.
Namun...
CTASH ! Sebuah cambukan mengenai punggung jaejoong. Dengan sukses cepretan sabuk yunho itu membuat jae meringis kesakitan.
"aaaakkkhhh" jae berteriak.
"kau terus mengungkit masalah itu ! Aku bilang dia bukan siapa2ku!"
"kau tidur dengannya!" jaejoong histeris
JTASH ! cambukan ke dua dilayangkan. Kali ini lebii keras.
Kemudian yunho terus mengayunkan sabuknya kearah jaejoong hingga jaejoong menjerit dan menangis .
Tak sanggup menahan sakit , jae pun pingsan .
Menyadari jaejoong runtuh.
Yunho berhenti mencambuki jae.
Yunho memukuli dirinya begitu menatap jae yang tak berdaya .
Yunho merengkuh jae dan memeluknya.
Beribu kata mianhad ia ucap. Walau ia tau jae tak bisa mendengarnya
Yunho merebahkan tubuh jae pelan.
Menyelimutinya dan mengecup keningnya. Kemudian ia pergi keluar.

Jaejoong pov
aku terbangun pagi ini.
Rasa sakit dan nyeri di tubuhku membuatku tak bisa bergerak.
Aku menangis kesakitan.
Aku tahu tidak ajan ada yang mendengarku.
Yunho mungkin sudah pergi ke kantor.
Tapi... Pintu terbuka
end of jae pov.

Yunho masuk ke kamar.
Dilhatnya jae yg masih menangis.
Ia mencoba mendekati jae. Namun, jae menjauh.
Menyadari jae masih ketakutan.
Yunho pun pergi k dapur.
Ia kembali dgn mmbawa semangkuk bubur. Ia berjalan dan naik ke ranjang. Tangannya menarik jaejoong lembut ke pelukannya.
Punggung jae bersandar di tubuh yunho.
"mian jae, mianhae" yunho mengecup belakang kepala .
"yah.." jae terisak
"boo... Apa kau sudah makan? Aku bawakan bubur."
"nanti saja. Kau pergilah ke kantor."
"aku tidak akan ke kantor. Aku akan disini menemanimu. Sekarang buka mulutmu. Aaaa!"
yunho memaksa jae membuka mulutnya.
Jae pun melahap bubur itu.

Yunho pov
aku sakit ketika melhat jaejoong lemah karena ulahku. Dari tatapan mata jae. Aku rasa jaejoong ketakutan.
Takut padaku.
Tubuhnya lemas. Ketika jae selesai kusuapi makan.
Aku perlahan membalikan tubuhnya. Aku bermaksud untuk memeluknya.
Tapi kemudian jaejoong berteriak. Merintih kesakitan.
"aarrgghh" jerit jae.
End of yunho pov

perlahan yunho meraba punggung jaejoong. Ia menaikan kaus jaejoong ke atas.
Ia bisa melhat garis biru keunguan di punggung putih jae joong yg kini tergores oleh cambukan yunho tadi malam.

Rabu, 14 April 2010

Do you still love me *part 2*

Part 2

"aku disini sering main dengan teman2ku. Kadang aku bermain basket, atau menari. Yang jelas tempat ini sudah seperti tempat nongkrong, discotek outdoor." jelas vanness.
Vanness dengan cekatan menari jaejoong untuk duduk disebelahnya.
Mereka duduk di lantai lapangan taman kota tadi.

HATCHIH!
Vanness bersin.

"eh... Kau kedinginan? Kau masuk anginya. Itu karena sampai malam kau masih disini"
"ya. Aku selalu begini tiap hari"
"kau tidak pulang? Keluargamu tidak cemas?" jaejoong bertanya. Ia khawatir sosok pemuda itu sakit.
"aku pulang jika hari sudah pagi. Keluargaku semua di taiwan. Aku di korea sendiri. Kau sendiri?"

seketika jaejoong teringat pertengkarannya dengan yunho, suaminya.
"halooo! Kok melamun? Kau minggat dari rumah ya?" vanness membuyarkan lamunan jaejoong.
Jaejoong mengangguk.

"ikut kerumahku?" vannes berdiri dan mengulurkan tangan pada jaejoong.
Jaejoong terkejut.
"tidak. Kau kan baru mengenalku."
"mau kutinggal disini?" vannes berjalan dan kemudian jaejoong langsung mengejarnya.

Vanness pov
akhirnya pria cantik ini ikut denganku.
Aku harus siap siap.
End of vanness pov.

Sampai dirumah.
Vanness membuka pintu lebar.
Menyilakan jaejoong masuk.
Tiba tiba...

Rrr! Ponsel jaejoong bergetar.

Yunho pov
"kau dimana jae? Ini sudah hampir jam 12!" aku membentaknya. Aku jelas cemas.
Namun, dia tak menjawabku dan malah mematikan ponselnya.
Aku frustasi.
End yunho pov

"duduk" vanness menarik kursi.
"jadi, kenapa kau kabur?"tanya vanness.
"aku bertengkar dengan suamiku"
"suami? Kau sudah..."
"ya" jae memotong pembicaraan.
Vanness sedikit kecewa.
Tiba tiba.
Ia mendekatkan wajahnya ke wajah jaejoong. Dan menciumnya. Jaejoong kaget. Dan berusaha melepasnya.

Namun, vanness jelas lebih kuat.
Vanness kemudian menciumi, menghisap leher jaejoong.
Membiluri lehernya dengan garis merah.

Semakin nafsu,
dengan kasar vanness mendorong jaejoong ke ranjang.
Jaejoong meronta dan berusaha menendang. Namun tangan dan kakinya terkunci oleh lengan vanness.
"wu jian ! Apa yang kau lakukan?" jae berteriak.
Namun, vanness tak menghiraukan. Dengan kasar ia melepas kaus jae. Dan kembali menciuminya. Menjilati inci tubuh jaejoong hingga ke pinggangnya.
Jaejoong melemas dan berhenti meronta. Ia menikmati apa yang dilakuka vannes.

"aahh..." jaejoong mendesah.
Vanness kemudian merobek retsleting jae dan melepas jeansnya.

Vanness terdiam.
Sesaat kemudian vanness menarik selimut dan menutupi tubuh jae.

"maaf, aku lepas kendali." vanness kemudian beranjak meninggal jae yang lemas di atas ranjangnya.

Vanness berjalan menuju balkon .
Memandang langit.

Vannes pov
"apa yang kulakukan?
Apa?! Sial !" aku mengumpati diriku sendiri.
Baiklah. Aku menyukainya. Tapi, aku tidak boleh melakukannya. Dia istri orang!

Do You still love me ?

Author : hansei
pairing : yunjae, vanness wu, kim sang bum

Author pov.

Hari ini , hujan turun deras. Seorang pria cantik termenung di jendela kamar menunggu suaminya datang. Suaminya yang sudah 2 hari tidak pulang.

TOK TOK ! Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
Pria cantik itu berlari menuju pintu membukakannya, berharap itu suaminya.

"Ah... Yun...selamat datang..." ucapnya langsung melepas mantel yg dipakai suaminya itu.

"Aku lapar!" ujarnya pada pria cantik itu.
"yun... Kau kemana saja?"
"jae.. Aku lapar! Jadi siapkan makanan saja dan jangan bicara!" bentaknya kasar.

Kim jae joong pria cantik yg dinikahi Jung yunho.
Dulu, yunho adalah pria yg sangat hangat, namun setelah satu tahun menikah.
Yunho berubah. Ia jadi sering membentak, pulang malam, mabuk, bahkan memukul istrinya. Jae joong hanya bersabar menghadapi suaminya itu .

"apa kau lelah? Kau ingin ku pijat?" tanya jae joong menghampiri yunho yg baru selesai makan.
"ya"
jae joong pun meraba pundak yunho. Memijatnya pelan.
"kau tidak pulang dua hari ini. Apa kau bermalam dengan kim bum lagi?" tanya jae joong sambil memijatnya
"jika benar, kau mau apa?" yunho sedikit menaikan nada bicara.
"kenapa kau ini?" jaejoong berhenti dan berdiri.
"apa?" yunho melancarkan ekspresi datarnya.

Flashback
jaejoong datang ke kantor yunho untuk memberi kejutan. Namun, ketika sampai di ruangannya. Jaejoong melihat yunho berciuman dengan sekertarisnya.
Kim sang bum.
Sang bum berada di atas meja kerja yunho dan yunho menindihnya.
Kancing baju yunho terbuka. Begitu pula dengan sang bum.
Jaejoong langsung membanting keras pintu sehingga keduanya terperangah. Jaejoong pun berlari meninggalkan ruangan.
END OF FLASHBACK

"jae...layani aku..." yunho memasang muka memelas sambil meraba dada jaejoong.
"yun...kau ingin aku lakukan apa?"
"ciumi aku..."
yunho mendekatkan wajahnya ke jaejoong. Namun, seketika jaejoong menolak dan mendorong yunho.
"lakukan saja dengan sekertarismu!" sindir jaejoong
PLAK !
Tamparan keras tepat mengenai wajah cantik jaejoong.
Jaejoong menangis.
"kau ini..." yunho mengamuk
seketika jaejoong berdiri dan berlari ke arah pintu.
Dan pergi meninggalkan rumah.

JAEJOONG POV

aku berlari keluar rumah. Takut yunho memukuliku lagi. Entah setan apa yang merasukinya.
Yang jelas, semenjak ia dekat dengan sang bum, ia begini.
"Demi tuhan yun! Kau ini kenapa?! Kau tidak pernah menamparku. Tapi..." aku mengumpat kesal.
Aku bingung aku harus kemana sekarang. Yang kulakukan hanya menyusuri jalan ke arah taman kota.
Ku pandang jam tanganku.

Haah, sudah jam sepuluh malam. Aku harus kemana?

Namun sejenak, kulihat ke arah taman kota yang sepi diujung jalan . Ku lihat banyak kerumunan disana. Aku mendekat kesana.
End of jae pov

"waw.... VANNES ! YOU ARE SO HOT! COME ON lets shooting againt ! " Teriakan gadis2 dan Pria2 menggema di ujung jalan taman kota.
Mereka berseru melihat battle dance. Dan bintang mereka yaitu Vanness Wu.

Jaejoong menatap pertunjukan itu. Ia melihat bagaimana pria sexy itu menari sambil menyanyi dengan kerennya.
Sekejap kemudian pria itu memerhatikan jaejoong dan mengerling mata pada jaejoong. Jae joong pun mengalihkan pandangannya dan segera meninggalkan tempat itu.
Namun...

"baby, i never let you go..." suara itu terdengar di telinga jaejoong. Dengan segera pemilik suara itu menarik lengan jaejoong.
Membawanya ketengah kerumunan untuk menari bersama di dalam musik hiphop vanness.

"ah, bu yong.. *mandarin:jangan* kau mau apa? Aku malu" ucap jaejoong. berusaha melepaskan lengannya.
Namun genggaman vanness begitu kuat.

"tidak apa. Ayo menari denganku!" vanness kembali menari dan menyanyi.
Jaejoong pun kemudian menikmati alunan lagu vanness.
Setelah lagu itu selesai.
Pertunjukan pun berakhir.
Semuanya pun pulang. Dan kini, tinggal 2 insan yang terdiam.
"emm... Cantik, jadi siapa namamu?" vanness memulai pembicaraan.
"ah..eh...aku? Ya, aku kim jaejoong. Kau?"

"Vanness wu . Kau bisa panggil aku Wu jian kalau kau ingin lebih dekat denganku." vanness merayu.
"kau sepertinya sering show disini?"

FANFIC YUNJAE !

genre : romance/ nc 17 *ditabok*
By : Hansei
Author pov

ini terakhir kalinya DBSK konser. mereka bertemu lagi setelah 4 bulan tidak bertemu karena masalah dengan SM Ent.
yunho dan Jaejoong menempati kamar yang sama. namun diantara mereka berdua tidak ada ucapan yang terlontar ketika berjalan di lorong hotel
namun itu berakhir ketika mereka masuk ke kamar. Mereka terkesima melihat dekorasi kamar yang mewah *halah kampung*
"Kamar pengantin !" kata yunho
"Iya" jawab jae joong
mereka pun saling bertatapan. tatapan yunho yang tajam membuat kesehatan jantung jaejoong menurun.

Yunho pov
Aish kenapa Pria ini begitu cantik batinnku.
aku langsung mengalihkan pandanganku ke ranjang.
"Mandi duluan gih!" perintahku
"Iya" dia menuruti

Kenapa jadi kaku begini sih hubungan kami ? padahal dulu kami selalu berpelukan jika bertemu.
dan mengapa dia semakin cantik ? dan aku begitu menyukainya.

Author pov
belum juga 10 menit jaejung sudah berdiri di depan ranjang menatap pria yang ada di depannya.
"Aku sudah selesai, sana mandi !" katanya lembut.
Kemudian yunho masuk ke kamar mandi. setelah lima menit ia keluar *mandi bebek* dengan handuk yg melingkar dipinggangnya. ia menatap jejung dan dengan senyum liciknya ia mengelitik jejung . jejung berlari dan yunho mengejar.
jejung terjatuh bertumpukan di ranjang dengan yunho diatasnya . seketika mata mereka saling berpandangan. suasana tiba2 memanas.
yunho kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir jejung . jejung mendekat dan segera ia menggulum bibir yunho. entah berapa lama ia melakukannya.

Yunho melepas ciumannya dan berpindah menyusuri lekukan leher jejung mencium dan menjilatinya. Merasa gairahnya bangkit ia meremas jemari jaejoong .

Dan jaejoong mendesah .
Desahan demi desahan terlontar dari mulut.a
tiba2 .
Toktoktok ! Pintu diketuk .
Kedua.a terperanjat kaget .
Hyung~ suara dari balik pintu yg tak lain dan tak bukan suara junsu yg manja .
"ada apa?" tanya yunho menghampiri pintu dan membukakanya.
"kepala aku ditajong *halah sunda* ama changmin, hue atit" rintihnya
"yasudah, lalu mau ngapain?" tanya yunho
"tidak tahu!"

"yah ada yg ganggu nih" batin jaejoong

"jae-hyung aku mo bobo! Nyanyiin" pinta junsu yg nyelonong masuk kekamar dan naik keranjang.
"oh , mo lagu apa? Apuse apa butet ?"
"aish , lagu unforgettablelah !"
"yaudah tapi molor ya lu !"
"ok!"

jaejoong pov

si junsu belekok gangguin kita ! Huuh bete ! Batinku .
Yah . . Tadi.a mo ngelanjut . Eh si yunho ikut2an ngorok ! Kebluk lo !
Yaudah aku tidur juga deh .

Junsu pov .
"OMO ! Aish jae hyung maniss banget !" batinku yg terbangun tengah malam.
Aku pun langsung pergi keluar kamar . Kembali ketempatku .
Lalu tidur .
Author pov
seraya dengan kepergian junsu. Yunho terbangun. Dia Membangunkan jaejoong yg terlelap disampingnya
"ehmmm. . . Yunho-yah brisik!"
erang jaejoong yg masi menutup mata.a
yunho pun membelai rambut jae dan mengecup bibirnya .
Jaejoong pun terbangun
"Joongieah, aku..." ucapnya dengan lirih
Jae yg tanpa basa basi membalas ciuman yunho. Yunho terkejut dengan serangan tiba tiba jaejoong yg langsung menaikan hasratnya. Yunho pun serta merta menindih jae dan membelai bagian 'bawah' jae
"aaahh...Yun..." desah jae.
Yunho pun melucuti pakaian jae dan menciuminya.
Jae yg pasrah akan apa pun yg akan dilakukan yunho mendesah kuat.
Berkali kali tubuhnya menggelinjang menikmati sentuhan lembut dan gesekan yunho.
Berjam jam kemudian ketika keduanya terkulai.
"yunho~ah, saranghae" bisik jaejoong
"saranghae joongieah" yunho mengecup kening jaejoong dan kedua pria itu tertidur
***

huaa~ parah !
Tadi.a mw dibikin angst tapi gakuat nahan air mata !
Udah gtu aku sisipin humor.a ! *tapi galucu* bwt oll yunjae andt ff lovers nih aku kasih !