Hansei's Ground-Secret-Journal

Is a secret Diareality

Sabtu, 17 April 2010

DO YOU STILL LOVE ME? *part 3*

*part 3*
author : masih tetap hansei .
Yunho mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Matanya menyusuri sepanjang jalan.
Mencoba mencari sosok jaejoong d tengah malam.
Jaejoong pov
aku segera memakai pakaianku.
Aku kaget dengan kejadian barusan. Namun, aku coba untuk melupakannya.
Setelah berpakaian. Aku menghampiri vanness yg termenung.
Mungkin dia menyesal. Sangat menyesal.
Aku berpamitan.
End of jae pov
"maaf jae, dui bu qi! Aku..."
"sudahlah, wu jian , kita lupakan."
"ok. Kau yakin mau pulang?"
"ya"
jaejoong pun pulang diantar wu jian.
Ketika di jalan, wu jian berpapasan dengan yunho.
Yunho mengklakson mobil.a.
Ia langsung keluar dari mobil begitu melihat sosok yg ia cari.

Begitu ia melihat pria lain di samping jaejoong, yunho langsung menyeret jaejoong ke mobil.
Tak lupa ia meninju vanness.
Yunho kemudian meluncurkan mobilnya kerumah dgn cepat .
Sesampai dirumah, yunho kembali menyeret jaejoong kedalam.
Ia tak peduli jaejoong mengerang kesakitan.
Yunho pun melempar jaejoong keranjang dan menindihnya.

"oh, kau tidak melayaniku karena pria itu?!" yunho membentak.
"bukan yun... Aku baru saja mengenalnya. Dia bukan siapa siapa." suara jaejoong parau .
"kalau bukan, ini apa!?" yunho menunjuk bekas kissmark di leher jaejoong.
Jaejoong terdiam.
"kau bilang, aku selingkuh. Sekarang siapa yg selingkuh?" yunho kembali mengamuk.
Namun, yunho kemudian menggerayangi tubuh jaejoong.
Tangannya membelai titik sensitiv jaejoong.
Membuat jaejoong mendesah.
Merasa gairahnya bangkit.
Yunho membuka retsleting jaejoong yang sedikit robek akibat vanness tadi.
Yunho memijat milik jaejoong itu.
Membuat jaejoong hampir gila karena sentuhan yunho.
Yunho pun menciumi jaejoong kembali.

"yun... Jangan..." bisik jaejoong
"kenapa? Kita kan sudah sering melakukan ini?"
"aku..."
"apa? Kau tidak suka?"
"aaahhh...." jaejoong mengerang ketika bagian sensitivnya itu di jilati yunho.
Jaejoong menahan yunho dan mendorong yunho.
Yunho kembali marah.
"kau tidak suka? Atau kau tidak mau aku yg melakukannya?"
"yun... Aku..."
PLAK ! Yunho kembali menampar jaejoong untuk yg kedua kalinya dalam sehari.
"JAEJOONG ! Sialan ! Kau tidur dengan pria lain sementara, suamimu tidak kau layani?"
"aku... Hanya masih sakit hati... Atas apa yang kau perbuat dengan sang bum" jaejoong terisak. Ia membenarkan pakaiannya dan mencoba untuk berdiri.
Namun...
CTASH ! Sebuah cambukan mengenai punggung jaejoong. Dengan sukses cepretan sabuk yunho itu membuat jae meringis kesakitan.
"aaaakkkhhh" jae berteriak.
"kau terus mengungkit masalah itu ! Aku bilang dia bukan siapa2ku!"
"kau tidur dengannya!" jaejoong histeris
JTASH ! cambukan ke dua dilayangkan. Kali ini lebii keras.
Kemudian yunho terus mengayunkan sabuknya kearah jaejoong hingga jaejoong menjerit dan menangis .
Tak sanggup menahan sakit , jae pun pingsan .
Menyadari jaejoong runtuh.
Yunho berhenti mencambuki jae.
Yunho memukuli dirinya begitu menatap jae yang tak berdaya .
Yunho merengkuh jae dan memeluknya.
Beribu kata mianhad ia ucap. Walau ia tau jae tak bisa mendengarnya
Yunho merebahkan tubuh jae pelan.
Menyelimutinya dan mengecup keningnya. Kemudian ia pergi keluar.

Jaejoong pov
aku terbangun pagi ini.
Rasa sakit dan nyeri di tubuhku membuatku tak bisa bergerak.
Aku menangis kesakitan.
Aku tahu tidak ajan ada yang mendengarku.
Yunho mungkin sudah pergi ke kantor.
Tapi... Pintu terbuka
end of jae pov.

Yunho masuk ke kamar.
Dilhatnya jae yg masih menangis.
Ia mencoba mendekati jae. Namun, jae menjauh.
Menyadari jae masih ketakutan.
Yunho pun pergi k dapur.
Ia kembali dgn mmbawa semangkuk bubur. Ia berjalan dan naik ke ranjang. Tangannya menarik jaejoong lembut ke pelukannya.
Punggung jae bersandar di tubuh yunho.
"mian jae, mianhae" yunho mengecup belakang kepala .
"yah.." jae terisak
"boo... Apa kau sudah makan? Aku bawakan bubur."
"nanti saja. Kau pergilah ke kantor."
"aku tidak akan ke kantor. Aku akan disini menemanimu. Sekarang buka mulutmu. Aaaa!"
yunho memaksa jae membuka mulutnya.
Jae pun melahap bubur itu.

Yunho pov
aku sakit ketika melhat jaejoong lemah karena ulahku. Dari tatapan mata jae. Aku rasa jaejoong ketakutan.
Takut padaku.
Tubuhnya lemas. Ketika jae selesai kusuapi makan.
Aku perlahan membalikan tubuhnya. Aku bermaksud untuk memeluknya.
Tapi kemudian jaejoong berteriak. Merintih kesakitan.
"aarrgghh" jerit jae.
End of yunho pov

perlahan yunho meraba punggung jaejoong. Ia menaikan kaus jaejoong ke atas.
Ia bisa melhat garis biru keunguan di punggung putih jae joong yg kini tergores oleh cambukan yunho tadi malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar